Rabu, 25 Maret 2015



   SAJAK DI PENGHUJUNG MARET
(biarlah hujan menghapus bayangmu)

Sajak Perpisahan
Menatap langit yang menghampar kelam
menghayati irisan kepedihan pada hitam aspal yang kulindas
dan hujaman  air  jatuh di sela daun-daun jalanan
derasnya hujan yang menimpa tak kuhiraukan
dinginnya memekatkan ketidakmengertian kita
atas tulisan-tulisan yang kita rangkai tak bersambut

sudah seharusnya....
kata itulah yang sudah ada di ujung lidahku saat pertama bertemu
tak mampu mengucap
tikaman perasaan yang bergelut dalam benakku
yang tak cerdas dalam memahami seribu makna
tak lagi mampu mengeja ...
sudah seharusnya kita tak bersama

biarkanlah langit menumpahkan kepekatannya
dan tanah  basah yang kucium menyimpan makna
mendoakanmu adalah cara memelukmu dari jauh
mencium bayangmu membuatku terus bergumam
biarkanlah hujan turun dan deras
juga biarkan dingin  menyelimuti
menyempurnakan hari di atas perjalanan kehidupanku


menangis dalam derasnya hujan dan berisak dalam kepedihan
guratan takdir telah terlahir saat hembusan nafas pertama 
kupasrahkan dan kuserahkan
cinta yang tak pernah bertepi pada orang yang kucinta