seuntai kata sepertinya tak dapat lagi menerjemahkan tentang perasaan hati yang terus menjalar dalam rongga sukmaku.
apakah aku akan terus dapat bertahan dengan jiwa yang kalut dan goyah ini.
mentari yang kemarin tenggelam kini ternyata muncul perlahan dan menerangi hatiku
jiwa yang memudar kini kuncup bersemi
titian hidupku
kau yang membukanya dan membuatku damai dalam sebuah senyuman
Rabu, 15 Februari 2012
Kamis, 09 Februari 2012
memory februari 2012
senja mengapa begitu cepat berlalu
saat dulu, aku masih dapat melihatnya
saat berpapasan kucuri pandangannya
Dulu, dia ada disini, disampingku meski tak tersentuh
Kini, bayangan itu perlahan memudar
Bukan hanya menjauh beberapa jangkah
Namun, benar – benar menjauh dari hidupku
Tersekat jarak yang begitu tinggi dan tak akan mungkin akan kugapai
Aku tahu cinta telah sirna
Aku tahu hati tak lagi teruntuk dirinya
Namun kadang, saat melodi – melodi yang dulu terlantun di sekitarku untuk merindunya mengalun, ada setitik harap akan masa itu
Ada seulas senyum yang teramat samar saat aku masih bisa mendengar dan menatapnya
Saat ia tersenyum kecil ke arahku
Saat ia kesal
Saat tawa renyahnya menggema
Rindu yang sebentar dan lantas sirna lagi
Namun kenangan akan tetaap ada
Kenangan tak dapat sirna sepenuhnya
Setitk rindu itu ada, meski hanya sedetik dan lalu menghilang
Karena, dulu ada sesuatu
medio kenangan yang pernah menepi
Kisah tentang ia yang membuatku merona
Jatuh untuk pertama kalinya
Jatuh yang begitu lama
Ia yang tak kan pernah tahu
Ia…
Ia yang membuat dulu ada sesuatu
Sesuatu yang tak kan pernah ia tahu
Sesuatu itu cinta
Cinta paling sempurna yang pernah ada terselip dalam kisahku
Cinta yang tersia
Cinta yang mungkin tak kan pernah ia dapat dari hati lainnya
Cinta yang kini telah berganti pada hati lainnya
Cinta yang kini hanya ada untuk ‘dia’ yang berbeda
saat dulu, aku masih dapat melihatnya
saat berpapasan kucuri pandangannya
Dulu, dia ada disini, disampingku meski tak tersentuh
Kini, bayangan itu perlahan memudar
Bukan hanya menjauh beberapa jangkah
Namun, benar – benar menjauh dari hidupku
Tersekat jarak yang begitu tinggi dan tak akan mungkin akan kugapai
Aku tahu cinta telah sirna
Aku tahu hati tak lagi teruntuk dirinya
Namun kadang, saat melodi – melodi yang dulu terlantun di sekitarku untuk merindunya mengalun, ada setitik harap akan masa itu
Ada seulas senyum yang teramat samar saat aku masih bisa mendengar dan menatapnya
Saat ia tersenyum kecil ke arahku
Saat ia kesal
Saat tawa renyahnya menggema
Rindu yang sebentar dan lantas sirna lagi
Namun kenangan akan tetaap ada
Kenangan tak dapat sirna sepenuhnya
Setitk rindu itu ada, meski hanya sedetik dan lalu menghilang
Karena, dulu ada sesuatu
medio kenangan yang pernah menepi
Kisah tentang ia yang membuatku merona
Jatuh untuk pertama kalinya
Jatuh yang begitu lama
Ia yang tak kan pernah tahu
Ia…
Ia yang membuat dulu ada sesuatu
Sesuatu yang tak kan pernah ia tahu
Sesuatu itu cinta
Cinta paling sempurna yang pernah ada terselip dalam kisahku
Cinta yang tersia
Cinta yang mungkin tak kan pernah ia dapat dari hati lainnya
Cinta yang kini telah berganti pada hati lainnya
Cinta yang kini hanya ada untuk ‘dia’ yang berbeda
Langganan:
Postingan (Atom)