seuntai kata sepertinya tak dapat lagi menerjemahkan tentang perasaan hati yang terus menjalar dalam rongga sukmaku.
apakah aku akan terus dapat bertahan dengan jiwa yang kalut dan goyah ini.
mentari yang kemarin tenggelam kini ternyata muncul perlahan dan menerangi hatiku
jiwa yang memudar kini kuncup bersemi
titian hidupku
kau yang membukanya dan membuatku damai dalam sebuah senyuman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar