Kamis, 19 April 2012

Kutitipkan

Bergejolaknya jiwa dan perasaan suka duka menghantui jiwa sunyinya.
Tertahan di kehidupan zaman entah sampai kapan terus berjalan.
Gelombang kehidupan telah di lalui sampai tak pernah di ketahui sendiri.
Wahai sang pemilik diri ini kapan engkau akan akhiri karna tiada lagi harapan lagi.
Perbedaan kami sangatlah jauh di antara jiwa dan hati karna keangkuhan diri.
Kesalahan demi kesalahan diri tak ada lagi jalan tuk di lalui harus kah sadar diri.
Kebencian hati tertanam di sanubari rasa hati tak ada lagi tuk membenci.
Kebekuan hati yang ada menjadi luka terus menyalahkan diri karna bodohnya hati.
Salahkah diri dan hati yang dulu pernah merasakan keindahan ini.
Hanya waktu dan rasa hati yang terus sunyi di kehidupan ini.
Atas segala kesalahan hidup yang telah di jalani rasa sesak dalam hati terus menghantui.
Segala jiwa rasa dan air mata telah tercurah tuk sebuah harapan yang tak pernah pasti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar